”… we, Indonesian have the origin of animation…” (Dwi Koendoro,  Festival Animasi Internasional, Hiroshima,  Jepang, 1994)

Boneka kaos kaki bekas

Meniru langkah para orang tua kami yang telah membiarkan seni menjadi bagian dalam kehidupan sehari hari kami. Rasanya sangat menyenangkan melihat anak-anak Indonesia yang  tekun mengolah gambar tangan. Belajar mengenal bentuk bentuk geometris melalui motif motif batik, mempelajari kesan gerak dari rangkaian gambar di candi-candi peninggalan leluhur, Atau menikmati alunan musik tradisional yang mempesona dengan dialog-dialog dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia.

Folowing our parents’ ways in letting art be a part of our daily lives. It seems very exciting seeing Indonesian young generations who are very keen on creating hand pictures. Learning how to recognize geometrical shapes through batik patterns, an impression of motion from a series of pictures on the ancestral temples, or enjoying the enchanting traditional music rhythms with dialogues in some Indonesian local languages.

Dengan dibantu beberapa relawan, setiap saat kami selalu berusaha untuk terus menyebarkan “virus kreativitas” kepada anak-anak Indonesia. Kami berharap langkah ini dapat membantu menghasilkan generasi pencipta. Karena anak anak inilah nanti yang akan membawa industry kreatif Indonesia menjadi besar. Semoga…

Having plenty of help from some volunteers, any time we always try to keep spreading the creativity viruses to all Indonesian children. We do hope that this step will help create the next new generation of inventors. what is remarkable is that because these children will lead Indonesia to a growing creative industry. May it happen...

lihat kegiatan kami selengkapnya…>>

(ikkahua)