Bra cegah korona, bikin stabil ekonomi Indonesia

Voice talent : Amanda
Voice talent : Amanda Nuraeni

Mending ngalah deh kalo berhadapan dengan makhluk yang namanya perempuan. Apalagi perempuan Indonesia, yang sudah kondang dengan ramah, sabar, juga kreatif.

Jiwa kreatif para perempuan Indonesia sepertinya didapatkan secara turun temurun.Gak percaya ? yuk kita ulik ulik dulu memori kita dengan emak tercinta. Banyak cara cara irit yang diterapkan dalam mendidik anak anaknya.

Saat musim pancaroba, tular menular batuk menjadi hal yang biasa antar teman sepermainan. Dan jika sudah begini, para emak biasanya akan berujar “batuk terus…batuk terus…mulai besok, mama akan stop uang sakumu. Biar gak jajan sembarangan dulu” hmm…mode penghematan uang saku autoaktif.

Atau kalimatnya yang sering kita dengar saat mengantar berangkat sekolah, “ awas. Botol minum, tempat bekel jangan ketinggalan. Kalau ilang, ibu gak mau beliin lagi”. Walhasil, selama tiga tahun tempat minum kita awet. Wauw…irit mode on.

Belum lagi kalau kebanyakan main HP. “Main HP mulu. Pokoknya jatah quota tetap. Tidak ada penambahan”.

Meski begitu secara tidak sadar, kejadian kejadian itu membuat para perempuan di Indonesia semakin kreatif memanfaatkan benda benda disekitarnya menjadi lebih berguna. Termasuk pemanfaatan Bra ditengah harga masker yang melambung tinggi.

Berdiskusi tentang bra, membuat salah satu teman saya, Amanda Nuraeni, teringat tentang bang Jamal. Salah satu pedagang bra yang ada di kompleknya. Banyak ibu ibu yang lantas membuat masker dari bra bekasnya. Nah, jika sudah begini, saya yakin tidak lama setelah wabah covid 19 mereda, ditangan para perempuan kreatif inilah, ekonomi Indonesia akan segera pulih. Amin

Yuk kita kepoin cara bang Jamal berjualan bra.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*